Betapa genting
Musabab telah terhunus
Menusuk nyawa tak berdaging
Bersulang dengan hujan dan sabda
Dan langitpun menunduk patuh
Bertulang petang tanpa simpuh
Kemudian malam turun di antara sendinya
menggulung bintang laksana sabuk
Dia berkata sambil berkelakar
Barang siapa melintas di sana
Hendaklah ia singkapkan
Makna senyum haru guntur
Kilat yang tertatih dan tercekat
Lalu gerimis pun terdiam
Padahal aku selalu setia kepada ingin
Dan tiada bosan menantinya datang
Biar rindu menyesap perlahan
Hingga tak lagi berani pulang ke pangkuan