Tersungging senyum bulan separuh bentuk

Miring rupa nyinyir di bibir bayang

Berlaku sundal purnama busuk

Rakus menelan rerintih tak punya malu

Dia menari diatas bhuwana tak bernama

Mengerang lirih tapi nyaring garing

Melintir pantun laknat iblis

Berkidung bak mantra serapah jahanam

Bergelak tawa terkutuk, syahwat segala nista

Durjana berikrar darah 

Lengkingnya bak pedang bermata dua

Menghujam rapat raga dan batin

Dia menusuk lagi mengiris

Berpendar jadi wajah selaksa cambuk

Mendera tiap helai jiwa tersisa

Mengoyak yang tertanggalkan sampai luluh

Terempas, menutup napas dan sebab

Berurai jadi ampas hina yang terbuang

Melepas waktu yang bunuh namaku